Mendikbud Serahkan Sertifikat Noken kepada Gubernur Papua Barat

MendikbudPAPUA BARAT TABLOIDSIMEULUE | Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyerahkan sertifikat UNESCO tentang pengakuan Noken sebagai warisan budaya dunia kepada Gubernur Papua, Abraham O. Ataruri di Hotel Aston Niu Manokwari, Minggu (7/4).

Nuh dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan miniatur patung Yesus dan mobil bioskop keliling dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kepada pemerintah provinsi Papua Barat.

Mendikbud menyatakan, Indonesia memiliki warisan budaya yang begitu banyak. Karena itu pemerintah sedang memobilisasi warisan yang begitu kaya. Nuh menambahkan, Noken telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia pada bulan Desember 2012. “Ini adalah simbol bahwa Papua mempunyai warisan budaya yang luar biasa, karena itu Kemdikbud akan terus menggali kebudayaan apa saja yang ada di Papua karena hal itu sangat penting sebagai bagian dari NKRI,” tegas Nuh.

Nuh menjelaskan, untuk membangun Papua tidak cukup dengan dikembangkan dari sarana prasarana tetapi peradaban juga harus dikembangkan. “Kita ingin mewariskan kepada anak-anak dan adik adik kita bahwa NKRI itu sangat beragam,” katanya.

Mendikbud memaparkan bahwa pengakuan dari UNESCO adalah salah satu upaya yang harus ditindaklanjuti dengan konservasi dan promosi. Oleh karena itu maka Kemdikbud mendirikan museum noken untuk melatih generasi muda mengenal bagaimana membuat noken dan mengembangkan noken yang sudah mengalami modifikasi. “Hari ini adalah hari yang berbahagia karena secara resmi kami bisa menyerahkan pengakuan dari UNESCO kepada masyarakat Papua melalui Bapak Gubernur,” tutur Nuh.

Gubernur Papua Barat menyatakan rasa bangganya karena noken yang merupakan kebanggaan masyarakat Papua, mendapatkan pengakuan dunia sebagai warisan budaya dunia melalui sertifikat yang diberikan oleh UNESCO. Ataruri juga berharap dengan penghargaan ini pembuatan noken akan dapat terus diajarkan kepada generasi muda.

Abraham Atururi juga menyatakan rasa terima kasih karena akan dibangunnya patung Yesus di Pulau Mansinam yang sering disebut sebagai pulau peradaban. Pulau Mansinam adalah tempat ajaran Kristen masuk pertama kalinya di Papua pada abad ke 18. Patung yang akan dibangun adalah patung Yesus setinggi kurang lebih 15 meter di puncak bukit yang ada di Pulau Mansinam, di situ akan dibangun museum sehingga generasi muda akan mengetahui perkembangan agama dan peradaban yang ada di Papua.[LY/TS01]

Iklan