Masih merugi Bandara Sultan Iskandar Muda Dapat Suntikan Dana Rp.14 M

Bandara SIMBANDA ACEH TABLOIDSIMEULUE | Bandar Udara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh, mendapatkan alokasi Rp14 miliar dari PT Angkasa Pura II (AP II) untuk membangun sejumlah fasilitas pada 2013, naik 300% dari alokasi tahun lalu senilai Rp4 miliar.

“Dana tersebut untuk membiayai pembangunan 12 mata anggaran a.l pembangunan pagar beton, pengadaan instalasi travo, emergency exit di tower, dan lain-lain,” kata General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang SIM M. Wasfan Wahyu Widodo saat Airports Visit 2013.

Bandara SIM merupakan bandar udara kelas 4 bersama dengan bandara Halim Perdanakusuma, Husen Sastranegara, dan Pangkal Pinang dibawah pengelolaan AP II.

Menurut Wasfan, saat ini bandara SIM masih merugi seperti tahun lalu yang mencapai Rp23 miliar karena masih tingginya beban usaha.

Beban usaha yang relatif besar berasal dari pengeluaran rutin gaji pegawai dan penyusutan peralatan seperti radar yang mencapai Rp33 miliar per tahun.

Bandara SIM sebenarnya memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan agar bisa menutup beban usaha atau malah meraih untung.

Dia menyebutkan potensi jamaah umroh asal Aceh yang mencapai 3.000 orang per tahun, di samping jamaah haji yang mencapai sekitar 5.000 orang per tahun.

Bandara SIM sempat menjajaki kerja sama dengan Batavia Air untuk melayani jamaah umroh dari Aceh langsung ke Jeddah. Namun dengan dipailitkannya maskapai tersebut, penyelenggaraan umroh tersebut terhenti.

Menurut dia, pihaknya juga menawarkan penyelenggaran umroh langsung dari Aceh ke Jeddah kepada Lion Air, namun maskapai tersebut mengaku belum bisa memenuhi permintaan itu karena masih kewalahan melayani penyelenggaraan umroh di Jakarta dan sekitarnya.

Selain potensi dari penyelenggaraan umroh, dia menyebutkan transit pesawat dari dan ke luar negeri juga menambah pendapatan. “pesawat dari Balikpapan yang mau ke Jeddah bisa transit di sini,” katanya.[]

Iklan