Cynthia,Gadis Swiss Yang Mencintai Aceh

Cynthia Schmutz-reza-mustafaBANDA ACEH TABLOIDSIMEULUE | Namanya Cynthia Schmutz. Perempuan berusia 31 tahun ini adalah salah satu wisatawan asing yang hadir dalam kegiatan pelepasan 109 tukik penyu di pantai Babah Dua Lampuuk, Lhoknga, sore kemarin, 8 April 2013. Berkewarganegaraan Swiss, ia mengaku sudah lima pekan berada di Aceh.

Bahasa indonesianya fasih. “Saya sudah pernah keliling Indonesia sebelumnya. Makanya saya bisa berbahasa Indonesia dengan baik,” ujarnya

Cynthia, nama panggilannya, menyebut ini adalah pertama sekali ia mengunjungi Aceh. Sebelumnya ia sudah pernah pergi ke beberapa tempat wisata di Indonesia, seperti Sumba, Lombok, Bali, Pulau Rotte, Lampung, dan juga keliling pulau Jawa.

Walau pun baru pertama sekali di Aceh, sebelum berbincang-bincang, ia terlihat asyik bergurau dengan penduduk setempat. Rata-rata di antaranya adalah para aktivis Jaringan Kuala Aceh dan para pemuda setempat yang aktif surfing di pantai Lampuuk.

“Saya sangat suka Aceh. Tempatnya masih natural. Orang-orang di sini cukup ramah. Terbuka dengan orang luar seperti saya. Dan yang paling saya sukai di sini, adalah masakannya,” katanya memberi komentar pengalamannya tentang Aceh.

Terhadap kegiatan pelepasan penyu yang dilakukan masyarakat setempat hari itu, ia mengaku tidak begitu tahu tentang dunia flora dan fauna. Ia punya hobby di dunia surfing saja. Tapi ketika dimintai keterangannya tentang kegiatan itu, singkat ia berujar, “Ini kegiatan bagus. Tadi ketika acara seremonial saya tahu kalau penyu sudah jadi binatang langka. So, I think it’s a great jobs today. I like it! (Saya pikir ini kegiatan besar hari ini. Saya suka!)”

Cynthia tidak sendirian sore itu. Ia bersama dengan beberapa temannya terlihat antusias melihat dan memotret tukik penyu yang berjalan pelan seperti tertatih-tatih menuju laut ketika pelepasannya berlangsung. Ia berbaur dengan masyarakat setempat. Sesama temannya ia asyik bergurau satu sama lain.

Ketika ditanyai pengalamannya setelah lima pekan berada di Aceh, dengan mimik cemberut Cynthia berujar, “Actually, I like this place (Sebenarnya, saya menyukai daerah ini). Tapi satu hal yang saya tidak suka. Di sini banyak sampah. Saya lihat banyak orang yang berkunjung di sini orang yang punya pekerjaan (mapan). Tapi habis makan es atau apa, buang plastiknya dimana suka. Banyak orang pintar, tapi kesadaran buang sampah saya lihat tidak ada. Ini harus ada yang peduli. Kalau tidak, sayang tempat bagus seperti ini jadi tercemar,” ujarnya.[IHN/TS01]

Iklan