Yenny Wahid, Calon Kuat Wakil Ketua Umum Demokrat

Yenny-WahidJAKARTA TABLOIDSIMEULUE | Yenny Wahid, putri Abdurrahman Wahid, resmi bergabung dengan Partai Demokrat beberapa waktu. Yenny pun dikabarkan menjadi calon kuat Wakil Ketua Umum Partai Demokrat yang kini dipimpin Ketua Umum terpilih Susilo Bambang Yudhoyono.

“Iya, sudah bergabung. Komunikasi soal ini sudah lama dilakukan,” ujar Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok saat dihubungi, Minggu (7/4/2013).

Mubarok mengatakan Yenny juga sempat datang ke Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Bali pekan lalu. Yenny, kata Mubarok, bahkan satu pesawat bersamanya.

Selama ada di Bali, Yenny mendapat tawaran langsung dari Susilo Bambang Yudhoyono. “Yang komunikasi langsung pak SBY kan bu Yenny mantan stafnya dulu. Pak SBY melihat peluangnya bagus kalau bu Yenny bergabung, dan akhirnya bersambut,” imbuhnya.

Hingga kini, Mubarok mengaku tidak mengetahui apakah Yenny sudah mengantongi kartu tanda anggota (KTA) Partai Demokrat atau belum. Namun, ia mengatakan hal tersebut tidak menjadi masalah karena persoalan administrasi bisa diselesaikan dalam waktu cepat. Yang terpenting, tutur Mubarok, komitmen Yenny untuk masuk Demokrat sudah pasti.

Selain menjadi kader Demokrat, Yenny juga digadang-gadang menjadi calon kuat wakil ketua umum Partai Demokrat. “Kami masih butuh satu pos wakil ketua umum untuk perempuan, jadi bu Yenny merupakan sosok yang tepat. Namanya memang dicalonkan jadi wakil ketua umum,” ucap Mubarok.

Mubarok juga mengatakan bahwa Yenny Wahid ditawarkan untuk maju sebagai calon anggota legislatif (caleg). Tetapi, Yenny belum menyatakan kesediannya untuk ikut bertarung dalam Pemilu 2014.

“Belum tahu apa dia ingin tetap fokus di struktur atau masuk caleg juga,” tutur Mubarok.

Yenny Wahid merupakan putri kedua Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid. Yenny berkecimpung di dunia politik dengan bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa.

Ia sempat menjadi Sekretaris Jenderal di partai bernafaskan Islam itu. Namun, Yenny kemudian keluar dari PKB dan mendirikan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). Dia juga yang menjadi Ketua Umum PKBIB, salah satu partai yang tak lolos verifikasi KPU.[KC/TS01]

Iklan