Warga Kabupaten Simeulue Dambakan Adanya Perguruan Tinggi

Ilustrasi PTN-755720SIMEULUE TABLOIDSIMEULUE | Generasi muda di Kabupaten Simeulue mendambakan sebuah perguruan tinggi (PT) legal, di daerah mereka. Dengan harapan pembiayaan irit untuk mengecap pendidikan PT. Hampir tiap tahun, sekitar 75 persen generasi muda asal Kabupaten Simeulue berpendudukan sekitar 82 ribu ini, tak melanjutkan belajar pada tahap universitas, karena terbentur faktor ekonomi.

Sementara Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue setempat dianggap tidak mampu memenuhi tangungjawab untuk memberikan pendidikan layak kepada pendudukan.

Kabupaten Simeulue merupakan Pulau berada di perairan Samudra Hindia, terletak tepat di bagian Barat Aceh. Pulau yang memiliki luas 2.310 Kilometer persegi (KM²).

Secara resmi, daerah ini telah ditetapkan sebagai kabupaten pada tahun 1999 lalu. Namun, pada usia memasuki 10 tahun dewasa menyandang status Kabupaten, Pemerintah Daerah setempat belum mampu mendirikan satu PT pun. Padahal, keberadaan sebuah perguruan tinggi telah menjadi dambaan masyarakat setempat, guna meningkatkan taraf pendidikan diderah tersebut.

Secara Geografis, letak Kabupaten Simeulue tersebut sekitar 150 Km dari daratan Pulau Sumatra wilayah Aceh. Sehingga, generasi muda setempat yang ingin keluar pulau untuk menimba ilmu, tentu membutuhkan pengorbanan dan perjuangan teramat mahal.

Haikal (20), seorang remaja tamatan SMA Tahun 2012, mengaku sampai kini belum melanjutkan pendidikan tinggi. Alasan pemuda tersebut, terbentur faktor ekonomi. Sehingga, dirinya terpaksa harus mengurung niat untuk melanjutkan keperguruan tinggi.

“Sudah ditabung, tapi tiap tahun ada saja kebutuhan yang harus ditutupi,” keluhnya.Persentase alumni sederajat SMU asal Simeulue yang ingin melanjutkan pendidikan hingga tahap PT, otomatis harus menyediakan biaya pendidikan yang lebih. “Tahap awal, uang dikeluarkan mencapai Rp 8 Juta.

Delapan Jutaan tidak kemana, sebab harus membayar uang pembangunan, SPP, Pustaka, Laboraturium, Almamater , dan uang sewa kamar kost,” urai Ferry, yang mengaku kondisi ekonomi keluarganya tidak mapan, selaku patani dan nelayan tradisional.

Biaya kuliah tinggi, demikian kata Fery, sekaligus berharap berdirinya sebuah PT di Kabupaten Simeulue telah menjadi bunga tidur bagi masyarakat setempat. karena, jika wadah Universitas ada di pulau tersebut, masyarakat dianggap tidak perlu mengeluarkan pembiayaan mahal untuk mengecap pendidikan tinggi.

“Jika ada PT di Kabupaten Simeulue, otomatis dengan uang Rp 1,5 juta, telah mampu mengikuti proses belajar di PT hingga satu semester,” ujar Benni (22), warga Kota Sinabang, Simeulue kepada Tabloidsimeulue.

Berdasarkan statistik, tiap tahunnya, sebanyak sembilan ratusan pelajar tamatan SMU sederajat. Pada tahun 2009 alumni SMU sebanyak 1400 orang, sedangkan pada tahun 2011, lulusan SMU berjumlah 760 pelajar.

“Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 25 persen pelajar yang mampu melanjutkan pendidikan hingga tahap PT, karena terbentur ekonomi,” ujar Sarlimawati ST, selaku Pemerhati Pendidikan Kabupaten Simeulue.

Melihat realita ini, wanita yang akrab disapa Ema ini mengaku prihatin. Menurutnya, Pemerintah Daerah melakukan lobby untuk membentuk sebuah PT di Pulau tersebut.

Karena generasi muda di daerah itu merupakan ujung tobak penerus daerah tersebut. “Jika ada Universitas di Simeulue, pasti angka alumni sederajat SMU putus kuliah tidak mencapai 80 persen, tiap tahunnya. Dan generasi muda Pulau ini pun akan intelektual, karena dapat menimba ilmu dengan biaya pendidikan pada PT akan lebih murah,” urai Ema, yang juga Mantan Direktur Yayasan Banau Simeulue.[TS01]

Iklan