Tak Terima, Polisi Tembak Atasannya

pistolMAKASSAR TABLOIDSIMEULUE — Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi dr Purwadi harus menjalani operasi di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Tiga peluru bersarang di tubuhnya setelah ditembak oleh anggota PAM Obvit, Brigadir Satu (Briptu) Ishak Kiranda Sabtu (06/04/2013) sekitar pukul 14.40 Wita. Dari tubuhnya, terdapat tiga luka tembak yakni di bagian leher, paha bawah, dan paha atas.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Kombes Polisi Endi Sutendi yang dikonfirmasi mengatakan, hingga pukul 21.30 Wita, Kombes Purwadi masih menjalani operasi.

“Korban sementara dirawat dan masih menjalani operasi karena tiga luka tembak yang dideritanya. Satu peluru menembus leher, sebutir peluru menembus paha bawah dan sebutir lagi menembus paha atas. Korban ditembak dari jarak dekat. Korban sempat dirawat di RS Bhayangkara, namun kondisinya parah langsung dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar,” katanya.

Endi menambahkan, motif penembakan itu terjadi karena kesalahpahaman antara korban dan pelaku tentang adanya perluasan pembangunan rumah sakit Bhayangkara. Rumah pelaku yang ada di belakang rumah sakit terkena rencana perluasan tersebut.

“Tersangka tidak puas atas tindakan perluasan RS Bhayangkara,” jelas mantan Wakil Kepala Polrestabes Makassar ini.Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi dr Purwadi harus menjalani operasi di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Tiga peluru bersarang di tubuhnya setelah ditembak oleh anggota PAM Obvit, Brigadir Satu (Briptu) Ishak Kiranda Sabtu (06/04/2013) sekitar pukul 14.40 Wita. Dari tubuhnya, terdapat tiga luka tembak yakni di bagian leher, paha bawah, dan paha atas.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Kombes Polisi Endi Sutendi yang dikonfirmasi mengatakan, hingga pukul 21.30 Wita, Kombes Purwadi masih menjalani operasi.

“Korban sementara dirawat dan masih menjalani operasi karena tiga luka tembak yang dideritanya. Satu peluru menembus leher, sebutir peluru menembus paha bawah dan sebutir lagi menembus paha atas. Korban ditembak dari jarak dekat. Korban sempat dirawat di RS Bhayangkara, namun kondisinya parah langsung dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar,” katanya.

Endi menambahkan, motif penembakan itu terjadi karena kesalahpahaman antara korban dan pelaku tentang adanya perluasan pembangunan rumah sakit Bhayangkara. Rumah pelaku yang ada di belakang rumah sakit terkena rencana perluasan tersebut.

“Tersangka tidak puas atas tindakan perluasan RS Bhayangkara,” jelas mantan Wakil Kepala Polrestabes Makassar ini.[KC/TB01]

Iklan