Inspektorat Simeulue Beberkan Penyimpangan Anggaran Senilai Rp.986 juta

SIMEULUE TABLOIDSIMEULUE — Tim Audit Khusus Inspektorat Simeulue membeberkan hasil temuan penyimpangan dana yang hampir mencapai Rp1 miliar Ilustasi Danadi anggaran tahun 2012. Audit khusus ini dilakukan selama 15 hari sejak pertemgahan bulan Maret 2013 lalu.

Menurut Sekretaris Inspektorat Simeulue, Hanafiah, hasil ini dibeberkannya setelah mendapat perintah Bupati Simeulue, H Riswan NS, (6/4).

“Hasil audit khusus selama 15 hari yang kita temukan, telah terjadi penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran kurang dari Rp1 miliar. Tepatnya Rp986 juta tahun anggaran 2012,” kata Hanafiah kepada Tabloidsimeulue.

Dari jumlah penyimpangan dan harus dipertanggungjawabkan tersebut, kata dia, terjadi pada paket pelaksanaan pekerjaan penataan lingkungan Kantor Bupati Simeulue senilai Rp1,1 miliar.

Penyimpangan tersebut juga terjadi di paket pelaksanaan pekerjaan pembangunan serta rehabilitasi aula dan Kantor Camat Simeulue Barat. Kedua proyek ini, kata dia, hanya dikerjakan 45 persen dari total anggaran senilai Rp272.158.000.

Selain itu, penyimpangan juga terjadi di paket pelaksanaan pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi aula serta Kantor Camat Teupah Selatan. Proyek ini belum selesai dikerjakan dan ditaksir baru mencapai 36 persen dengan total anggaran Rp449.249.000.

Penyimpangan anggaran lain juga terjadi pada kegiatan Sekretariat Daerah Simeulue tahun anggaran 2012. Penyimpangan itu ada pada Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) sebanyak Rp58 juta, Bagian Humas Rp84 juta, Bagian Hukum Rp54 juta, dan Bagian Ekonomi Rp21,9 juta.

Selain itu penyimpangan juga terjadi di Bagian Organisasi Rp62,8 juta, Bagian Pembangunan Rp101 juta, Bagian Keistimewaan serta Bagian Kesejahteraan Sosial Rp10,7 juta. Tim audit juga menemukan penyimpangan di Dana SPPD Wakil Bupati Simeulue yang belum diterima sebanyak Rp10 juta.

“Laporan auditnya sudah kita serahkan kepada pak Sekda. Proses selanjutnya tergantung dari pimpinan. Namun prinsipnya anggaran tersebut harus dipertanggungjawabkan termasuk pekerjaan harus diselesaikan,” kata Hanafiah.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Simeulue Riswan NS dengan tegas meminta agar temuan itu dibeberkan ke publik.

“Publik perlu mengetahui hasil audit khsusus, jangan ditutupi,” kata Riswan, setelah mengetahui kesulitan wartawan untuk konfirmasi kepada Sekda Naskah bin Kamar terkait hasil audit khusus yang dilakukan Inspektorat Simeulue.[TB01]

Iklan